Bajakah Penyembuh Kanker Masih Butuh Penelitian

tiga-siswa-sman-2-palangkaraya-kalimantan-tengah-yang-meraih-_190817110625-998

Tiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya menyatakan, masih butuh penelitian lebih mendalam tentang manfaat tumbuhan bajakah sebagai penyembuh kanker. Dibutuhkan penelitian lebih dalam dengan tahapan-tahapan tertentu sebelum memastikan khasiat tumbuhan tersebut.

 

Ketiga siswa yang mendapatkan medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO) terkait penelitian bajakah adalah Aysa Aurealya Maharani, Yazid, dan Anggina Rafitri. Anggina berharap agar penelitian mereka bisa difasilitasi lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Ini baru penelitian awal, jadi belum diproduksi lebih maju lagi, dan kita harus meneliti lebih lanjut lagi,” kata dia di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Sabtu (17/8).

Anggina mengimbau agar masyarakat tidak asal mencari tanaman bajakah. Sebab, tanaman bajakah memiliki banyak jenisnya dan penelitian yang dilakukannya bersama dua rekannya ini baru berupa langkah awal. Para siswa ini khawatir apabila masyarakat langsung mencari sendiri tanaman yang dimaksud justru salah dan berbahaya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Palangkaraya Muhammad Mirazulhaidi menyatakan, akan membantu ketiga siswa agar bisa mengembangkan penelitian mereka. Dia juga berharap pemerintah bisa memberikan tindak lanjut terkait penelitian ini.

“Kami belum tahu ke depannya, tapi kan ini sudah diketahui, artinya untuk daerah untuk pemerintah tahu ini penemuan yang berharga. Nanti pemerintah yang bisa menindaklanjuti,” kata dia.

Kemendikbud memberikan penghargaan kepada tiga siswa tersebut. Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, penghargaan khusus diberikan karena penemuan ketiga siswa tersebut sangat penting dan perlu ditindaklanjuti. Dia sangat mengapresiasi ketiga siswa yang berhasil memanfaatkan kearifan lokal untuk dunia.

“Kita memberikan penghargaan kepada anak yang sangat kreatif, dan menggali potensi lokal sehingga melambung di tingkat internasional dari sebuah kekayaan dan kearifan lokal. Ini pelajaran yang menarik bahwa Indonesia sangat kaya raya dengan potensi berbagai macam sumber daya,” kata Muhadjir.

Kemendikbud memberikan penghargaan dan hadiah berupa laptop dan beasiswa pendidikan kepada ketiga peraih medali emas tersebut. n inas widyanuratikah, ed: mas alamil huda

Sumber : https://nasional.republika.co.id/berita/pwgl4l415/bajakah-penyembuh-kanker-masih-butuh-penelitian

Berita Terkait